(+62) 800 0000 0000

Senin - Sabtu 08.00 - 17.00

Geramat, Bengkulu

Menkop Resmikan Gerai Obat Koperasi Merah Putih, Akses Obat Murah Dimulai

Share This Post

Desa Geramat – Gerai Obat Koperasi Merah Putih resmi diluncurkan oleh Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono sebagai langkah konkret memperkuat peran koperasi desa dan kelurahan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses obat yang aman dan terjangkau.

Gerai Obat Koperasi Merah Putih tahap awal diuji coba melalui 10 titik piloting yang tersebar di berbagai daerah. Lokasi tersebut meliputi Kota Depok, Bintan, Bengkalis, Rokan Hulu, Banyumas, Jember, Lombok Tengah, dan beberapa wilayah lainnya.

Peluncuran percontohan dilakukan di Kelurahan Abadijaya, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (30/12). Ferry Juliantono menyampaikan bahwa selama tiga bulan ke depan, pemerintah akan melakukan observasi untuk menilai model bisnis gerai obat koperasi.

Observasi tersebut difokuskan pada efektivitas pelayanan kesehatan serta kemampuan gerai dalam menyediakan obat murah bagi masyarakat. Hasil evaluasi akan menjadi dasar pengembangan gerai obat koperasi ke tahap berikutnya.

Dalam pelaksanaan piloting, Kementerian Koperasi menggandeng PT Indofarma Tbk sebagai BUMN sektor farmasi dan alat kesehatan. Selain itu, MedQuest Group turut terlibat sebagai mitra swasta di bidang kesehatan.

Indofarma dan MedQuest berperan dalam penyediaan obat-obatan over the counter (OTC) serta sarana pendukung operasional gerai. Menkop menilai kolaborasi ini sebagai contoh sinergi nyata antara negara, koperasi, dan dunia usaha.

Ferry Juliantono menegaskan bahwa gerai obat koperasi harus dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Ia optimistis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu bersaing dengan usaha swasta maupun BUMN.

Menurutnya, pengembangan unit usaha berbasis layanan kesehatan merupakan langkah strategis. Gerai obat koperasi dirancang untuk menyediakan obat yang aman, sesuai aturan, dan dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Peluncuran piloting ini menjadi tonggak awal model usaha koperasi yang menggabungkan prinsip gotong royong dengan kebutuhan riil masyarakat. Gerai obat diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Menkop juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kapasitas pengelola, serta tata kelola usaha yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, koperasi benar-benar hadir sebagai solusi ekonomi dan kesehatan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyatakan dukungan penuh terhadap 63 Koperasi Kelurahan Merah Putih di wilayahnya. Pemerintah Kota Depok telah menyalurkan dana hibah sebesar Rp1,89 miliar untuk penguatan koperasi.

Chandra juga mendorong peningkatan jumlah anggota koperasi hingga mencapai 100 persen. Ia yakin koperasi dapat menjadi sarana utama penyedia akses kesehatan dan obat murah bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Kelurahan Abadijaya Adi Fuad Zein menjelaskan bahwa koperasinya terus mengembangkan potensi ekonomi lokal. Saat ini, koperasi telah bekerja sama dengan tiga dapur MBG dan menjalankan unit usaha simpan pinjam, pangkalan elpiji, serta konter pulsa.

Adi menambahkan, Kopkel Abadijaya menerima dana hibah Rp30 juta dari Pemerintah Kota Depok untuk modal usaha dan kelengkapan perkantoran. Ia optimistis koperasi mampu memperkuat ekonomi lokal dan mendorong inklusi keuangan masyarakat.

Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Nasional

Desa Geramat - Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes...

Kaligrafi Tembaga Kabupaten Kaur, Hiasan Masjid yang Mewah dan Tahan Lama

Desa Geramat - Kaligrafi tembaga Kabupaten Kaur mulai menarik...

Wisata Alam Kabupaten Kaur: 9 Surga Pantai dan Danau yang Masih Alami

Desa Geramat - Wisata alam Kabupaten Kaur menawarkan pantai...

Industri Kreatif Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Desa Geramat - Industri kreatif menjadi motor baru pertumbuhan...