Geramat – Kuliner laut Kabupaten Kaur Bengkulu tumbuh dari kondisi geografis Indonesia sebagai negara bahari. Wilayah pesisir dan laut Kaur menyimpan hasil tangkapan melimpah. Masyarakat mengolahnya menjadi makanan khas yang bertahan lintas generasi.
Kuliner laut Kabupaten Kaur Bengkulu tidak sekadar soal rasa. Setiap hidangan lahir dari kebiasaan lokal, bahan segar, dan teknik memasak tradisional. Berikut daftar makanan laut khas Kaur yang dikenal luas oleh masyarakat setempat.
Bagar Hiu, Favorit Bung Karno di Bengkulu
Bagar hiu menjadi kuliner laut Kabupaten Kaur Bengkulu yang paling dikenal. Makanan ini tercatat sebagai hidangan favorit Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, saat menjalani pengasingan di Bengkulu.
Bagar hiu menggunakan daging hiu sebagai bahan utama. Proses memasaknya tanpa santan. Bumbu yang digunakan terdiri dari kunyit, kapulaga, serai, ketumbar, kemiri, dan lengkuas.
Tampilan bagar hiu mirip rendang kering. Rasa pedas dan asam muncul kuat dari rempah. Tekstur dagingnya padat dan berserat. Hidangan ini biasanya disajikan pada acara adat dan jamuan penting.
Pendap, Olahan Ikan Berbalut Daun Keladi
Pendap termasuk kuliner laut Kabupaten Kaur Bengkulu yang berbasis ikan segar. Bentuknya menyerupai pepes, namun dibungkus daun keladi atau daun talas.
Proses memasak pendap berlangsung hingga delapan jam. Waktu lama diperlukan untuk menghilangkan rasa gatal pada daun keladi. Ikan dibumbui rempah dan dicampur parutan kelapa.
Rasa pendap kuat dan gurih. Teksturnya lembut. Makanan ini umum dijumpai pada kegiatan keluarga dan hajatan masyarakat Kaur.
Gulai Ikan Mungkus, Hidangan Sungai yang Digemari
Gulai ikan mungkus menjadi menu sehari-hari masyarakat Kaur. Ikan mungkus mudah ditemukan di sungai-sungai Bengkulu.
Bumbu gulai menggunakan rempah khas Sumatera. Kuahnya segar dan sedikit asam. Daging ikan mungkus lembut dan tidak amis.
Gulai ini biasa disantap bersama nasi putih. Hidangan ini sering hadir pada waktu makan siang keluarga nelayan dan petani.
Gulai Tempoyak, Perpaduan Ikan dan Durian Fermentasi
Gulai tempoyak juga masuk dalam daftar kuliner laut Kabupaten Kaur Bengkulu. Tempoyak berasal dari fermentasi buah durian yang telah lama dikenal di Bengkulu.
Masyarakat Kaur menggunakan ikan atau udang sebagai bahan utama. Tempoyak memberi rasa asam khas pada kuah gulai.
Gulai tempoyak paling sering disajikan panas. Nasi putih menjadi pendamping wajib untuk menyeimbangkan rasa.
Sate Gurita, Ikon Pesisir Kabupaten Kaur
Sate gurita mencerminkan kekayaan laut Kabupaten Kaur Bengkulu. Daerah ini dikenal sebagai penghasil gurita dalam jumlah besar.
Daging gurita dipotong kecil dan ditusuk seperti sate. Teksturnya kenyal setelah dibakar. Bumbu khas digunakan untuk menekan aroma amis.
Gurita memiliki nilai simbolik bagi masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Kaur rutin menggelar Festival Gurita sebagai ajang promosi kuliner dan budaya lokal.



