(+62) 800 0000 0000

Senin - Sabtu 08.00 - 17.00

Geramat, Bengkulu

Kopdes Merah Putih Dipacu, Batang Siap Jadi Poros Industri Desa

Share This Post

Desa Geramat – Kopdes Merah Putih menjadi fokus utama dalam pembukaan Batang Nusantara Expo dan Kopdes Merah Putih Fest 2025. Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi membuka acara ini dengan tema transformasi Kabupaten Batang menjadi pusat industri dan jasa.

Acara berlangsung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu malam, 27 Desember 2025. Hadir Bupati Batang Faiz Kurniawan, Wakil Bupati Suyono, serta jajaran Kementerian Koperasi dan Pemerintah Kabupaten Batang.

Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai agregator produk lokal desa. Peran ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa dan menahan arus impor yang selama ini menekan produk dalam negeri.

Ahmad Zabadi menyebut pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih terus berjalan. Pemerintah menargetkan seluruh gerai selesai pada Maret hingga April 2026 di seluruh Indonesia.

Melalui gerai Kopdes Merah Putih, produk lokal Batang mendapat akses pasar, pembiayaan, dan distribusi. Produk mikro dan ultra mikro dikonsolidasikan agar mampu masuk pasar yang lebih luas.

“Yang mikro dan ultra mikro harus diagregasi. Agregatornya adalah koperasi,” kata Ahmad Zabadi dalam sambutannya.

Kopdes Merah Putih juga menjawab persoalan distribusi subsidi. Nelayan bisa membeli solar sesuai harga resmi Rp6.800 per liter. Petani memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah.

Pemotongan rantai distribusi menjadi kunci. Koperasi memangkas peran tengkulak yang selama ini memainkan harga komoditas strategis dan merugikan masyarakat.

Zabadi menegaskan koperasi memastikan masyarakat mendapat LPG, beras, dan obat-obatan sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Peran Kopdes Merah Putih meluas ke sektor industrialisasi desa. Produk lokal tidak hanya dijual mentah. Koperasi mengelola proses pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran modern.

Koperasi juga mendorong produksi massal kebutuhan harian. Langkah ini diarahkan untuk menggantikan ketergantungan pada produk impor dengan produk desa.

“Semua produk lokal diserap koperasi. Cabai, beras, ikan masuk cold storage sebelum dipasarkan atau diekspor,” ujar Zabadi.

Selain itu, Kopdes Merah Putih menjalankan program Makan Bergizi Gratis. Bahan baku wajib berasal dari produksi lokal, bukan impor.

Dalam program ini, koperasi mengagregasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu. Produk desa menjadi prioritas utama penyediaan pangan bergizi.

Kementerian Koperasi bekerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan TNI mempercepat pembangunan gerai, gudang, dan sarana pendukung Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

Bupati Batang Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Batang Nusantara Expo 2025. Ia menilai expo ini menjadi titik kebangkitan pengusaha lokal pasca pandemi Covid-19.

Menurut Faiz, expo tidak sekadar pameran. Kegiatan ini mendorong pelaku usaha naik kelas dari mikro ke kecil, lalu menengah, hingga korporasi.

Faiz berharap pengusaha Batang bisa mengakses pembiayaan bunga rendah melalui LPDB. Ia juga mendorong perluasan pasar agar produk lokal mampu bersaing.

Ia menekankan lima akses penting. Akses tanah, pendidikan, teknologi, modal, dan pasar. Kopdes Merah Putih dinilai mampu menjembatani kebutuhan tersebut.

“Kami ingin Batang Nusantara Expo tahun depan menjadi expo koperasi dan pengusaha lokal terbesar di Indonesia,” kata Faiz.

Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Nasional

Desa Geramat - Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes...

Kaligrafi Tembaga Kabupaten Kaur, Hiasan Masjid yang Mewah dan Tahan Lama

Desa Geramat - Kaligrafi tembaga Kabupaten Kaur mulai menarik...

Wisata Alam Kabupaten Kaur: 9 Surga Pantai dan Danau yang Masih Alami

Desa Geramat - Wisata alam Kabupaten Kaur menawarkan pantai...

Industri Kreatif Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Desa Geramat - Industri kreatif menjadi motor baru pertumbuhan...