Desa Geramat – Sejarah koperasi Indonesia bermula dari Kongres Koperasi pertama yang digelar di Tasikmalaya pada 1947. Peristiwa ini menegaskan posisi koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat. Sejak awal, koperasi hadir saat masyarakat kecil terdesak oleh sistem ekonomi yang tidak adil.
Sejarah koperasi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai penyelamat ekonomi rakyat bawah. Koperasi tumbuh sebagai wadah gotong royong untuk memenuhi kebutuhan hidup, menjaga harga tetap terjangkau, dan melindungi produsen kecil dari praktik ekonomi yang menekan.
Data Koperasi Indonesia Hari Ini
Koperasi Indonesia masih menunjukkan potensi besar. Data tahun 2024 mencatat jumlah koperasi aktif mencapai 131.617 unit. Angka ini naik 1,15 persen dibandingkan 2023 yang berjumlah 130.119 unit. Namun, jika dibandingkan 2014, jumlah tersebut turun tajam hingga 37,89 persen. Data ini menunjukkan masalah tata kelola, bukan hilangnya kebutuhan masyarakat terhadap koperasi.
Akar Koperasi Dunia: Inggris dan Jerman
Sejarah koperasi dunia bermula di Inggris pada 1844. Para buruh pabrik hidup dalam kondisi kerja buruk, upah rendah, dan harga kebutuhan tinggi. Mereka membentuk koperasi bernama The Pioneers di Rochdale dengan ketua Charles Howart.
Awalnya, banyak anggota mundur karena tidak sanggup membayar iuran. Koperasi itu bertahan dengan 30 anggota. Dengan modal 16 pound sterling, mereka membuka toko kelontong di Toad Lane. Toko ini menjual mentega, tepung, dan lemak dengan harga wajar. Usaha ini berkembang dan menyebarkan gagasan koperasi melalui jurnal.
Di Jerman, koperasi berkembang dalam bentuk simpan pinjam. Tokohnya Frederich Willhelm Raiffeisen dan Herman Schulze. Model ini fokus pada akses modal bagi masyarakat kecil.
Awal Koperasi di Indonesia
Sejarah koperasi Indonesia dimulai pada 1896 di Purwokerto. R. Aria Wiria Atmadja mendirikan Hulp en Spaar Bank. Tujuannya membantu pegawai bumiputra dari jeratan utang. Model ini kemudian diperluas ke petani dan masyarakat umum.
Pertumbuhan koperasi membuat pemerintah kolonial mengeluarkan Besluit 7 April No 431 Tahun 1915. Aturan ini mewajibkan izin Gubernur Jenderal dan biaya 50 gulden untuk mendirikan koperasi. Kebijakan ini membatasi gerak koperasi rakyat.
Koperasi dan Perlawanan Ekonomi
Pada paruh kedua abad ke-19, industri rakyat di Jawa berkembang. Batik, tembakau, karet, dan kopra tumbuh lewat modal urunan keluarga. Denys Lombard mencatat pola ini sebagai cikal bakal modal pribumi. Dari sinilah koperasi kecil lahir di berbagai daerah.
Koperasi Indonesia menjadi alat kredit dan produksi. Organisasi nasionalis seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, dan PNI ikut mendirikan koperasi. Pada Kongres PNI 1932 di Jakarta, koperasi menjadi topik utama hingga dikenal sebagai kongres koperasi.
Koperasi berfungsi sebagai alat perlawanan ekonomi. Mereka membeli hasil bumi petani dengan harga pantas dan menjaga margin keuntungan tetap wajar.
Peran Mohammad Hatta dalam Koperasi
Mohammad Hatta dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Saat diasingkan ke Banda Neira pada 1936, Hatta bersama Sjahrir dan Iwa Kusuma Sumantri mendirikan Perkumpulan Banda Muda atau Perbamoe.
Perbamoe menjalankan koperasi berbasis urunan dana. Koperasi ini memonopoli distribusi barang dari perahu yang datang. Barang dijual langsung ke warga dengan harga mendekati harga asli. Model ini memangkas rantai distribusi.
Hasil usaha koperasi digunakan untuk menyewa sekretariat dan membangun perpustakaan. Warga mendapat akses barang murah dan bacaan berkualitas. Petani dan nelayan tidak dirugikan.
Koperasi Pasca Kemerdekaan
Setelah 1945, Indonesia membangun ekonomi dari kondisi nyaris kosong. Pada 1946, tercatat 2.500 koperasi sudah berdiri. Jawatan Koperasi di bawah Kementerian Kemakmuran menyalurkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kongres Koperasi Tasikmalaya 1947 menjadi tonggak penting. Kongres ini menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia. Negara memberi legitimasi kuat pada koperasi sebagai sokoguru ekonomi.
Koperasi di Era Orde Baru
Perubahan besar terjadi pasca 1965. Banyak koperasi tutup. Anggota yang dianggap terafiliasi PKI dibasmi. Pada era Soeharto, koperasi kehilangan fungsi dasarnya.
Ekonom UGM Revrisond Baswir menyebut koperasi dibelokkan menjadi alat pendukung penguasaan modal. Koperasi Unit Desa atau KUD dipakai untuk mengontrol petani. Petani wajib membeli pupuk dan bibit dari KUD dengan harga pemerintah. Elit desa menguasai pengurus koperasi.
Kondisi Koperasi Saat Ini
Setelah Orde Baru tumbang, koperasi makin terpinggirkan. Data 2017 menunjukkan 71 persen koperasi hanya tersisa papan nama. Sebagian berubah fungsi menjadi rentenir berkedok koperasi.
Pemerintah mencoba memulihkan koperasi sejak 2018. Targetnya membentuk 1.000 koperasi baru pada 2019. Tantangan utama tetap sama. Transparansi, profesionalisme, dan pengawasan.
Sejarah koperasi Indonesia membuktikan koperasi kuat saat berpihak pada rakyat. Koperasi melemah saat dijadikan alat kekuasaan.



